Rabu, 31 Agustus 2016

Polisi Tertibkan Parkir Liar Di Kawasan Tertib Hukum



Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Adi Sulistyo Utomo, SIK bersama jajarannya, melaksanakan pembinaan dan penertiban parkir pengendara roda dua maupun roda empat/lebih, khususnya bagi yang berada di sepanjang jalan Pahlawan yang merupakan Kawasan Tertib Hukum, serta dibeberapa tempat yang rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas, (Jembatan Remojo dan Jembatan Sebual).


Anggota Sat Lantas Menindak Pengendara yang parkir di area Jembatan
Banyak pengendara yang tidak mengindahkan rambu larangan parkir maupun tata cara parkir yang baik dan benar. Mulai parkir di dekat persimpangan hingga parkir di area Jembatan. Hal ini akan sangat berisiko bagi keselematan kita bersama, jelas Kasat Lantas AKP Adi Sulistyo Utomo, SIK

AKP Adi Sulistyo Utomo juga menjelasankan. Ada tiga lokasi yang menjadi sasaran prioritas penertiban parkir, Jembatan Remojo, Jalan Pahlawan, dan Jembatan Sebual.



Selain itu AKP Adi Sulistyo Utomo, SIK menghimbau kepada pengendara truk, untuk mematuhi aturan yang ada. Dan akan terus melakukan penindakan terhadap pengendara yang membandel. “Hal ini demi kelancaran lalu lintas dan demi kepentingan masyarakat banyak,” ujar AKP Adi Sulistyo Utomo, SIK.

Minggu, 28 Agustus 2016

Meningkatkan Kesadaran Aman Berkendara, Polisi Binluh Kamseltibcar lantas



Kecelakaan lalu lintas menjadi masalah serius yang sering terjadi di sekitar kita. Dan penyebabnya diawali dengan suatu pelanggaran lalu lintas. Menyikapi hal terseubut, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana melaksanakan binluh Kamseltibcar lantas di Desa Belimbing Sari, Kecamatan Melaya, Kab. Jembrana, Sabtu malam (27/08/2016).

Iptu Shinta Ayu Pramesti Memberikan Binluh Kamseltibcar lantas

Penyuluhan dipimpin oleh Kaurbin ops Sat Lantas Polres Jembrana  Iptu Shinta Ayu Pramesti, SiK, didampingi Kanit Dikyasa Polres Jembrana, Ipda I Ketut Suartawan, SH, serta dihadiri oleh perbekel Ds. Belimbingsari, pendeta, dan pemuda Gereja Belimbingsri, dengan materi Undang-undang nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, Safety Riding dan Tata Cara Berlalu Lintas yang baik dan benar.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin kami setiap sebulan sekali dari desa ke desa, sebagai upaya untuk mewujudkan budaya hukum dalam sikap dan prilaku masyarakat yang sadar, patuh dan taat terhadap hukum serta menghormati hak asasi manusia dengan menjaga keselamatan diri dan orang lain saat berlalu lintas” terang Iptu Shinta Ayu Pramesti, SiK.

Sementara dalam kesempatan tersebut, Ipda I Ketut Suartawan, SH menyampaikan tentang Safety Riding seperti pemakaian helm yang benar serta pengenalkan rambu-rambu, dan juga bagaimana berperilaku disiplin berlalu-lintas di jalan yang benar.

“Selaku anggota Polantas, kami sangat peduli dengan keselamatan para generasi muda. Kami berharap melalui binluh Kamseltibcar lantas ini, kesadaran akan tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda dapat tercipta sehingga angka kecelakaan dapat ditekan,” terang Kanit Dikyasa Ipda I Ketut Suartawan, SH.(bdy)
Kanit Dikyasa Ipda I Ketut Suartawan, SH memberikan materi Safety Riding

Kamis, 04 Agustus 2016

Penindakan pelanggaran lalu lintas dengan tilang


Sat lantas polres solok kota berupa dengan berbagai cara untuk menekan angka kecelakaan salah satunya dengan mengeluarkan  bukti pelanggaran disingkat tilang berupa sangsi denda yang dikenakan kepada pengguna jalan yang melanggar peraturan.
Sat lantas Polres Solok Kota menghimbau kepada pemakai jalan agar selalu tertib dan disiplin dalam berkendaraan karna pada umumnya pelanggaran merupakan sumber terjadinya ketidak lancaran , ketidak tertiban dan kecelakaan lalu lintas.
Penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas sebaiknya diawali dengan peringatan kepada pelanggaran.seperti mengedepankan tindakan persuasif dan preventif Akan tetapi karena kesadaran berlalu lintas masih kurang seperti sebagian masyarakat  masih kurang peduli pada keamanan berkendaran, seperti tidak mengenakan helm serta tidak melengkapi diri dengan safety riding, maka terpaksa juga melakukan penilangan.
Adanya penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas merupakan tindakan awal yang perlu dilaksanakan sebelum situasi lalu lintas berkembang menjadi tidak  lancar,tidak tertib dan terjadi kecelakaan.
Pengertian :
1.    Pelanggaran lalu lintas adalah perbuatan yang bertentangan dengan  perundangan – perundangan lalu lintas atau peraturan pelaksanaan baik yang dapat ataupun tidak menimbulkan kerugian jiwa atau benda tetapi dapat mengganggu kamtibcar lantas.
2.    Penindakan pelanggaran lalu lintas adalah merupakan tindakan penegakan hukum oleh polri ataupun instansi penegak hukum lainnya yang mempunyai wewenang kepolisian terbatas di bidang lalu lintas agar undang – undang lalu lintas atau peraraturan lalu lintas ditaati oleh setiap pemakai jalan.

Untuk menertibkan pengemudi yang tidak tertib, Polisi menerapkan 2 jenis tindakan:
A. Tindakan edukatif (memberi teguran simpatik),
B. Tindakan yuridis( tindakan secara hukum) = Tilang
            Tilang ditujukan dengan kriteria pelanggaran sebagai berikut:
- Pelanggaran secara kasat mata diketahui
- Tidak perlu alat pembuktian
- Tidak perlu keterangan ahli

Tilang terdiri dari 5 warna:
- Merah dan Biru untuk pelanggar
- Kuning untuk Polisi
- Putih untuk Kejaksaan
- Hijau untuk Pengadilan
Tilang berfungsi sebagai:
1. Sebagai Surat Penggilan ke Pengadilan Negeri
2. Sebagai pengantar untuk pembayaran denda ke Bank/Panitera
3. Sebagai tanda penyitaan atas barang bukti.
Barang bukti yang disita adalah:
1. SIM
2. STNK
3. Kendaraan bermotor