Jumat, 27 Januari 2017

Hati-hati Musim Hujan, Jalan licin, Pohon Tumbang dan Genangan Air di Bahu Jalan.

Dikyasa Polres Jembrana – Satuan lalu lintas Polres Jembrana menghimbau dan mengigatkan kepada seluruh pengendara baik roda 4 maupun roda 2 untuk lebih berhati-hati dan waspada saat berkendaraan disepanjang jalan raya Nasional 71, 92 Km. Pasalnya disaat musim penghujan seperti ini banyak bahu jalan yang tergenang air, pohon tumbang dan jalanan licin.
OC ( out of control ) bisa terjadi karena jalan licin sehingga dikhawatirkan bisa tergelincir, pohon tumbang dan genangan air yang ada dibahu jalan menggangu pengguna jalan sehingga menjadi penyempitan lajur yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, untuk menghindari kecelakaan yang terjadi satuan lalu lintas Polres Jembrana telah berupaya melakukan penebangan pohon perindag jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, pengaturan dan penjagaan disepanjang jalan nasional khususnya didaerah badan jalan yang tergenang air, serta menghimbau melalui media elektronik maupun pemasangan sepanduk himbauan.


Begitu juga jembatan dangin tukadaya yang sampai saat ini belum selesai dikerjakan mengakibatkan penyempitan arus karena dilakukan buka tutup jalan yang dapat mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Diharapkan para pengguna jalan dapat mematuhi himbauan yang diberikan untuk menjaga kamseltibcar lantas diwilayah hukum Polres Jembrana. 

Senin, 09 Januari 2017

Pilot Project Kawasan Tertib Lalu Lintas Polres Jembrana

Berdasarkan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Jembrana  Nomor 560 Tahun 1996 tentang penempatan Kawasan Tertib Lalu Lintas di Kabupaten Daerah Tingkat II Jembrana, kawasan yang ditetapkan sebagai KTL itu jalan Sudirman dengan panjang jalan 2 Km dan Jalan Udayana 1,7 Km yang merupakan Kawasan percontohan.


Jalan Sudirman dan Jalan Udayana ini dijadikan kawasan percontohan KTL dengan tujuan sebagai Pilot Project pembinaan dan sosialisasi penegakan hukum khususnya dibidang lalu lintas dan angkutan jalan, berfungsi untuk menerapkan peraturan yang ditujukan kepada seluruh pengguna jalan dengan harapan tercipta keadaan yang tertib, aman dan lancar sebagai wadah penelitian dan pengamatan perkembangan lalu lintas, kualitas pengemudi kendaraan serta bagaimana berlalu lintas yang baik dan benar bagi seluruh pengguna jalan sehingga terciptanya keadaan lalu lintas yang tertib aman dan lancar

Tujuan KTL ini untuk dapat meningkatkan disiplin dan penegakan Hukum dibidang lalu lintas dan angkutan jalan secara konsisten dan berkesinambungan, memberikan bimbingan dan pengarahan kepada masyarakat dalam kawasan tertib lalu lintas serta dapat mendidik masyarakat bagaimana berlalu lintas dengan baik dan benar. Pengawasan KTL tidak hanya melibatkan Polri saja namun di KTL juga terdapat gabungan unsur instasi terkait baik itu Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan, TNI, Dinas PU, Sat Pol PP dan unsur Intansi terkait lainnya. Dimana dalam pelaksanaannya bersama –sama melakukan pengawasan dan perawatan di kawasan Tertib Lalu Lintas.

Senin, 02 Januari 2017

Anev Data Laka Dan Langgar Tahun 2015 Berbanding Dengan Tahun 2016 Polres Jembrana


Kabupaten Jembrana memiliki panjang Jalan Nasional 71,92 Km, Jalan Provinsi 28,87 Km dan Jalan Kabupaten 941,02 Km, Polres Jembrana merupakan gerbang Masuk Bali dan keluar Pulau Bali, sehingga Tingginya Mobilitas kendaraan orang, barang dan jasa yang melintas di Kabupaten Jembrana cukup tinggi, maka hal ini perlu dianalisa dan dievaluasi untuk meminimalisir kecelakaan yang terjadi wilayah Kabupaten Jembrana.


Dari data tersebut, kasus laka lantas mengalami penurunan dari 139 kasus pada tahun 2015 menjadi 118 kasus pada tahun 2016 sehingga terjadi penurunan kasus laka -21 kasus ( -15,1 %), Korban MD mengalami penurunan dari 70 pada tahun 2015 menjadi 45 Korban MD pada tahun 2016, akan tetapi korban LB mengalami peningkatan dari 1 orang pada tahun 2015 menjadi 2 orang ditahun 2016 naik ( 100 % ), korban LR 136 pada tahun 2015 menjadi 127 pada tahun 2016 mengalami penurunan (-6,6 %), dari segi kerugian materi juga mengalami penurunan Rp. 318.800.000, pada tahun 2015 menjadi Rp. 265.700.000, pada tahun 2016 mengalami penurunan Rp. -531.000.000, ( 16,7 % ).


Data pelanggaran lalu lintas dengan penindakan tilang 7000 pada tahun 2015 menjadi 7000 pada tahun 2016 tetap karena sama – sama 7000 penindatakan tilang ( 0 % ), sedangkan dengan teguran mengalami penurunan 2.415 pada tahun 2015 menjadi 1.127 pada tahun 2016 mengalami penurunan 1.288 ( 53,3 % ), dari data-data tersebut diharapkan personil lebih meningkatkan tugas Turjawali pada daerah-daerah rawan kecelakaan maupun pelanggaran.